Cara Audit Vendor Konveksi Sebelum Tanda Tangan PO Korporat
Checklist 12-poin audit vendor konveksi seragam korporat: legal entity, workshop visit, sample QC, term pembayaran, faktur pajak, dan red flags yang sering ke-skip procurement.
Cerita umum: HR/procurement excited karena dapat vendor seragam dengan harga "lebih murah 30%" dari competitor. Tanda tangan PO 500 pcs Rp 80jt. 6 minggu kemudian — bahan sublimasi salah, jahitan miring, retur 100 pcs. Vendor blame karyawan, vendor balas WA pelan, akhirnya budget tambah 25% untuk fix.
Cerita ini terjadi sekitar 30% project corporate uniform di Indonesia, berdasarkan keluhan yang masuk ke industri. Solusinya bukan cuma "pilih vendor mahal" — solusinya adalah audit due diligence yang terstruktur sebelum tanda tangan PO.
Checklist 12-poin audit vendor
A. Legal & corporate setup (4 poin)
1. Legal entity yang resmi & sesuai
- Vendor harus PT (Perseroan Terbatas) atau CV resmi
- Cek di AHU Online untuk verifikasi PT
- Tanya: NPWP, NIB (Nomor Induk Berusaha), SIUP
Red flag: Vendor cuma punya nama brand, ga bisa kasih dokumen PT/CV. Kemungkinan: makelar pribadi yang subkontrak ke konveksi rumahan.
2. Bisa terbitkan faktur pajak
- Vendor harus PKP (Pengusaha Kena Pajak) untuk terbitkan faktur pajak elektronik
- Faktur pajak wajib untuk corporate buyer (accounting tax compliance)
- Ada beberapa vendor yang harga "murah" karena bukan PKP — itu blocker
Red flag: Vendor minta cash payment atau transfer tanpa faktur pajak.
3. Track record minimal 3 tahun
- Cek website, Instagram, LinkedIn untuk timeline aktivitas
- Project history (foto delivery, testimoni)
- Vendor kurang dari 1 tahun risikonya tinggi (operasional belum stabil)
Red flag: Vendor baru, ga ada portfolio yang bisa di-verify.
4. Reputasi online & referensi
- Google review (kalau ada)
- Cek di forum HR community (Telegram, LinkedIn group)
- Minta 2-3 referensi corporate client yang udah pakai > 1 tahun
- Telpon langsung referensi tersebut, tanya pengalaman
Red flag: Vendor enggan kasih referensi atau cuma kasih nama client tanpa kontak.
B. Workshop & operations (4 poin)
5. Workshop visit (NON-NEGOTIABLE)
Ini paling penting. Sebelum tanda tangan PO besar, lo HARUS visit workshop.
Yang dicek saat visit:
- Mesin yang dipakai (JACK industrial = standar profesional, mesin rumahan = makelar)
- Jumlah operator (
>10= workshop serius,<5= side hustle) - QC station exists (bukan cuma di akhir, tapi per stage)
- Storage rapi (gudang bahan baku, finished goods, packing)
- Dokumentasi project ongoing (sample lain di workshop)
Red flag: Vendor ga mau di-visit workshop, atau workshop kelihatan kayak rumahan kecil dengan 2-3 mesin.
6. Workshop ownership
- Vendor produksi sendiri atau subkontrak ke konveksi lain?
- Sub-contracting OK kalau dijelaskan upfront, BUKAN OK kalau di-cover-up
- Vendor in-house biasanya konsisten quality, vendor makelar tergantung sub mood
Red flag: Vendor claim workshop sendiri tapi pas visit alamatnya beda.
7. Capacity check
- Tanyakan: kapasitas produksi per minggu (rule of thumb: 1 operator = 30-50 pcs/minggu PDH)
- Lo order 1000 pcs, vendor capacity 500 pcs/minggu — possible 2 minggu produksi
- Lo order 1000 pcs, vendor capacity 200 pcs/minggu — risk delay 5 minggu
Red flag: Vendor over-promise lead time tanpa data capacity.
8. QC documentation
- Vendor ada SOP QC tertulis? Per stage atau cuma final?
- Foto progress dikirim selama produksi (vendor profesional kasih update Q3-4 hari sekali)
- QC criteria: tarikan jahitan, simetris jahitan, ketebalan benang
Red flag: "QC ya pasti ada lah, kita kerja serius kok" — tanpa proof tertulis.
C. Commercial & contractual (4 poin)
9. Sample fisik sebelum produksi massal
- Vendor wajib kasih 1-2 sample fisik bahan + jadi
- Sample bukan render foto/digital — bahan asli, jahitan asli
- Sample biasanya gratis kalau order >500 pcs, charged Rp 200-500rb kalau order kecil
Red flag: Vendor cuma kasih foto/render dan ngurus sampling pas udah deal.
10. Term pembayaran reasonable
Standar industri B2B Indonesia:
- DP 50% saat PO ditandatangani
- 50% saat barang siap kirim atau Net 30 setelah delivery
- Untuk corporate besar (>Rp 500jt): bisa nego 30/40/30 atau Net 60
Red flag: Vendor minta 100% di depan (cash flow risk lo, bukan vendor).
11. Lead time tertulis di kontrak
- Lead time = waktu dari approval sample sampai barang sampai di gudang lo
- Vendor profesional kasih timeline per stage:
- Konsultasi & briefing: 3-5 hari
- Pattern + sample: 7-14 hari
- Produksi massal: 14-30 hari (tergantung volume)
- Finishing + packing: 5-7 hari
- Penalty late delivery harus tertulis (1-2% per minggu late, capped 10%)
Red flag: Lead time vague ("Pokoknya cepet kok"), no penalty clause.
12. Garansi after-sales
- Garansi jahitan minimum 30 hari (bisa retur kalau jahitan lepas/ga rapi)
- Replacement size kalau ada miss-size (vendor profesional kasih 2-5% buffer)
- Repair service untuk seragam yang rusak ringan (extra cost reasonable)
Red flag: "Setelah delivery, urus sendiri ya" — itu vendor satu-shot, bukan partner.
Format proposal vendor yang baik
Vendor profesional akan kirim proposal/SPH (Surat Penawaran Harga) detail yang minimal include:
- Cover page dengan logo vendor & PT name
- Spesifikasi produk detail per item (bahan, gsm, jahitan, logo aplikasi)
- Breakdown harga per komponen (bahan, jahitan, finishing)
- Volume tier pricing (jelas harga per pcs di volume X, Y, Z)
- Term pembayaran
- Lead time tertulis
- Garansi & after-sales policy
- Photo project sebelumnya (sebagai social proof)
Vendor yang cuma kirim WA "harga 200rb per pcs ya" tanpa proposal proper = skip.
3 myth yang harus dilawan
Myth 1: "Vendor mahal selalu lebih bagus"
Reality: Banyak vendor mahal yg sebenernya makelar premium. Yang penting bukan price tier, tapi 12-poin di atas.
Myth 2: "Ga perlu workshop visit, kan udah ada Google Review"
Reality: Google review bisa di-fake. Workshop visit 1 jam = 100x lebih akurat dari 50 review online.
Myth 3: "Vendor besar = pasti aman"
Reality: Vendor besar dengan banyak project bisa over-extended. Workshop visit + capacity check tetep wajib, regardless ukuran vendor.
Mau audit vendor lo dengan checklist ini? Workshop tour Pramika bisa lo book kapan aja — datang langsung, lihat 12-poin di atas, dan keluar dengan keputusan yang jelas. Kalau lo masih di tahap awal, baca Panduan Lengkap Pilih Seragam Kantor dulu.
Buat data benchmark dari 100+ project, baca Seragam Korporat Indonesia 2026: 3 Tren.